Bukan kita yang memilih takdir...
Takdirlah yang memilih kita...
Bagaimanapun, takdir bagaikan angin...
Bagi seorang pemanah...
Kita harus selalu mencoba...
Untuk membidik san melesatkannya...
Pada saat waktu dan kondisi yang paling tepat...
By -Shalahuddin Al Ayyubi
Senin, 23 Maret 2015
Takdir..
Nasibmu Kini..!!!
NegaraIndonesia…
Indonesia…
Negara yang kaya akan sumberdaya-nya…
Indonesia…
Negara yang dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa…
Indonesia…
Negara yang memiliki begitu banyak potensi diberbagai lini…
Indonesia…
Negara yang apabila semua dikelola dengan baik, akan memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyatnya…
Indonesia sekarang sedang mengalami badai, badai yang tak kunjunh usai. Badai ini terus memporak-porandakan setiap elemen di dalam tubuh bangsa ini.
Lalu apa yang harus dilakukan?
Yang harus dilakukan adalah “ketegasan pemimpin” bangsa ini. Ketegasan dalam memunculkan solusi atas badai ini.
Apabila hal itu tidak ada, maka mungkin saja suatu saat nanti indonesia ini akan hanya tinggal nama, apakah kita rela?
Senin, 16 Maret 2015
Ingatkah Engkau..!!!
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk akhirat (yaumul hisab)."
-Umar RA
Terkadang disaat menyendiri di keheningan dan jauh dari keramaian, kita bisa terjatuh ke lembah masa lalu yang begitu dalam.
Tak bisa dipungkiri, kita memang manusia lemah yang berkali-kali melakukan kesalahan. Terlebih jika kesalahan yang dilakukan ialah kesalahan yang sama. Entah mau disebut khilaf atau 'bodoh', kita bisa menghakimi diri kita sendiri disaat seperti ini.
Allah sungguh maha baik, selain Ia sudah menutupi aib yang pernah dilakukan, Ia juga masih memberikan nafas untuk memperbaiki diri dan keadaan.
Fabbiayi ala irobbikuma tukadziban?
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. [-Hasyr (59):18]
Selasa, 10 Juni 2014
Si Kecil yang Lucu dan Terlupakan
• Otter merupakan binatang semi akuatik dari ordo Carnivora anggota famili Mustelidae yang hidup di hampir seluruh dunia kecuali Australia. Jenis inilah yang lebih tepat disebut berang-berang. Bersarang di pinggiran sungai
• Beaver adalah hewan pengerat (ordo Rodentia) yang mampu hidup di dua tempat (air dan darat), yang hidup di Amerika dan Eropa. Hewan ini selalu membuat sarang dengan membuat bendungan dari ranting-ranting.
Berang-berang merupakan anggota dari bangsa karnivora dan suku Mustelidae yang tergabung kedalam anak suku Lutrinae. Berang-berang dibedakan dari anggota suku Mustelidae lainnya dari telapak kaki yang memiliki selaput renang serta tubuh ditutupi rambut rapat dan tidak mudah basah sehingga memudahkannya dalam berenang mencari mangsa. Hewan ini menempati berbagai habitat lahan basah seperti sungai, danau, rawa, sawah, pesisir serta di laut lepas.
Jenis ini merupakan berang-berang dengan ukuran tubuh paling besar untuk jenis berang-berang yang ada di Indonesia dengan panjang total mencapai 1,2 m dan berat 11 kg. Berang-berang ini hidup berkelompok dalam satu keluarga terdiri dari seekor jantan, seekor betina dan beberapa ekor anaknya. Makanan utamanya adalah ikan, mereka juga memakan udang, kepiting, serangga, katak, burung dan tikus.
Berang-berang ini memiliki bentuk yang mirip dengan Lutra-lutra tetapi dengan ciri khas pembedanya yaitu rhinarium (bantalan hidung) yang ditumbuhi rambut, sedangkan Lutra lutra tidak ditumbuhi rambut. Jenis ini merupakan berang-berang yang paling langka dan dicari.
Setelah spesimen tipenya yang dideskripsikan oleh Gray pada tahun 1865, di sumatera hanya pernah ditemukan kembali pada tahun 2005 dengan menemukan bangkai terlindas mobil di pinggiran jalan dekat sungai Musi. Sebelum dan sesudahnya tidak pernah didapatkan informasi yang akurat tentang keberadaannya di Sumatera. Namun, penelitian tentang jenis ini lebih berkembang di negara lain seperti di Kamboja, Thailand dan Vietnam. Jadi, informasi tentang ekologi hewan ini masih sangat sedikit.
Hewan ini merupakan berang-berang terkecil di dunia. Dengan panjang kira-kira ukuran 65 cm sampai 70 cm dan berat sekitar 5 kg, berang-berang ini termasuk jenis yang paling sosial. Mereka hidup berkelompok dengan jumlah anggota dapat mencapai lebih dari 20 individu dalam satu kelompok. Jenis ini lebih toleran terhadap aktivitas manusia, bisa hidup dengan mencari keong mas dan ikan-ikan kecil di sawah. Berang-berang ini menyukai kepiting, ikan dan keong emas.
Berang-berang merupakan top carnivore, dan bisa juga disebut sebagai harimaunya lahan basah. Hewan ini berada di puncak dari piramida makanan, sehingga keberadaan hewan ini merupakan sebagai indikator lingkungan/habitat yang masih baik. Berang-berang sering dianggap sebagai hama oleh petani ikan, padahal hewan ini memiliki fungsi ekologis yang sangat besar. Dengan fungsinya menjaga keseimbangan ekosistem, hewan ini bermanfaat dalam mengontrol hama kepiting dan keong emas di sawah.
Keberadaan hewan ini juga menjaga agar populasi ikan tetap sehat karena berang-berang akan memakan ikan lemah dan sakit yang mudah tertangkap. Oleh karena itu digunakan kearifan lokal yang telah ada pada masyarakat sehingga budidaya ikan tidak terganggu, namun tidak membahayakan bagi berang-berang.
• Perusakan Habitat
• Berkurangnya sumber makanan
• Perburuan
jangan dibunuh dan jangan di rusak habitatnya…!!!